Satu Siswa dan Dua Siswi SMAN 1 Kedunggalar Akui Lakukan Hal Ini Hampir Tiap Hari Di Sekolah


Ngawi – SMAN 1 Kedunggalar gempar. Gemparnya sekolah berjuluk Smanike ini dikarenakan tiga pelajar sekolah ini berhasil unjuk gigi di kompetisi dengan meraih prestasi gemilang di tingkat provinsi dan event nasional. Ketiga siswa tersebut adalah Rangga Trisna Aminatama (Rangga) kelas XI, Reni Tri Wahyuningtias (Tias) kelas XII, dan Ariani Alfi Azizah (Ari) kelas XII.

Dari kanan, Rangga, Tias dan Ari para siswa berprestasi SMAN 1 Kedunggalar 
Rangga sukses menyabet medali emas cabang olahraga Pencak Silat remaja kelas C putra berat badan 47-51 kg kategori tanding laga pada event UNJ open di Jakarta Timur yang digelar April, dan Jaksel open pada Juli. Sementara, Tias juga mendulang emas Pencak Silat remaja kelas B putri berat badan 43-47 kg kategori tanding laga pada kejuaraan yang sama. Sedangkan Ari meraih juara III Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLSSN) Provinsi Jawa Timur.


"Bangga bisa mengharumkan nama sekolah dan Kabupaten Ngawi. Karena ini event nasional, bahkan pesertanya ada yang berasal dari Singapura dan Australia juga," kata Rangga, Jum'at (25/8/2017).

Meraih juara membuat Rangga, Tias dan Ari merasa senang dan terharu. Namun, perjuangan mereka tidaklah semudah membalik telapak tangan. Mereka mengaku harus melakukan berbagai latihan mulai fisik, mental dan psikis yang dilakukan hampir setiap hari baik di sekolah maupun di luar sekolah.


"Persiapan mental, fisik, psikis, motivasi dan doa. Tiap hari setelah latihan diberi motivasi sama pelatih, merenung dan meditasi. Kalau di sekolah latihan tiap Senin dan Rabu," ungkap Tias.

Rangga dan Tias mengaku bercita-cita ingin jadi atlet pencak silat profesional agar bisa masuk Pelatnas sehingga mampu mewakili Indonesia di berbagai kejuaraan seperti Sea Games demi mengharumkan nama bangsa.

"Dan semoga piagam dan medali yang telah saya raih bisa menjadi bahan pertimbangan saya diterima di Unais fakultas olahraga," harap Tias.

Sementara, Ariani Alfi Azizah  mengaku perjalanan menuju tangga juara tingkat Provinsi tidaklah mudah. Ada beberapa tahapan seleksi sebelum ia terpilih berkompetisi. "Penyisihan dengan mengirim video puisi, lalu yang videonya terpilih ditandingkan lagi. Jurinya ada tiga orang," kata Ari.

Ari menambahkan puisi yang ia bacakan berjudul Gugur karya WS Rendra. Remaja yang ingin kuliah jurusan Sastra Indonesia ini mengakui lomba membaca puisi bukan hal yang mudah apalagi pesertanya dari seluruh kabupaten/kota se-Jatim. Perlu persiapan khusus seperti latihan baca puisi biar lebih terasa, kata hati, penghayatan, dan intonasi.



"Setiap hari berlatih antara 1 sampai 2 jam dengan dibimbing ibu Tanti Setiana, guru Bahasa Indonesia," ungkapnya.

Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Kedunggalar Tanti Setiana mengatakan, Ari dipilih karena ia melihat potensi yang dimiliki. Begitu juga selanjutnya, karena Ari tahun ini lulus maka ia segera mencari regenerasi untuk meneruskan tradisi prestasi di bidang baca puisi ini.

"Kita dua tahun berturut-turur dapat juara III, selanjutnya harus lebih baik. Dengan latihan berkali-kali mulai ekspresi, intonasi, vokal, karena semua komponen harus jadi satu," ujarnya.

Kepala SMAN 1 Kedunggalar, Drs.Tjahjono Widijanto M.Pd, menuturkan selain ingin mengembangkan prestasi bidang akademis, pihaknya juga membidik potensi siswa sebagai lumbung prestasi. Bidang seni misalnya, ada dua potensi yang menonjol yakni poster dan puisi. "Terbukti, Smanike sudah dua tahun berturut-turut mampu menjadi juara III provinsi," katanya.

Kepala SMAN 1 Kedunggalar Drs. Tjahyono Widijanto, M.Pd (kanan) bersama guru Bahasa Indonesia Tanti Setiana dan siswa-siswi berprestasi 
Tjahyono menambahkan beberapa ekstra kurikuler (Ekskul) yang ada seperti karawitan, basket, futsal, pencak silat, pramuka, PMR, Rohis, dan puisi terus digenjot agar maksimal dengan tidak segan mendatangkan pelatih dari luar yang benar-benar berkompeten. Ia menargetkan beberapa eksul seperti karawitan, pencak silat, dan puisi tahun depan harus naik peringkat. Caranya dengan melakuka regenerasi dan pembinaan sejak awal.

"Kami percaya tidak ada yang karbitan. Targetnya juara I Jatim, kalau belum bisa minimal mampu mempertahankan juara III. Dan kepada siswa berprestasi tingkat Provinsi diberikan reward bebas SPP dan komite. Sedangkan prestasi tingkat kabupaten rewardnya bebas SPP," pungkasnya.

Ia juga mohon do'a restu segenap masyarakat Ngawi karena saat ini Rangga dan Tias sedang bertanding di Purwokerto pada ajang Universitas Soedirman Cup. Dan bulan November mendatang keduanya akan kembali berlaga pada ajang International Student Championship of PSHT Raja Brawijaya yang digelar di Universitas Brawijaya Malang. (imr)
0 Viewers



Related

Peristiwa 8272816511816865134

Ikuti Kami

Berita Teratas

video Viral

Total Tayangan Halaman

Side Ads

loading...
loading...
item