Belajar Dari Filosofi Ikan Koi

Dra. Wiwik Wiyanti, M.Pd memberikan pakan ikan Koi di kolam rumahnya 
Madiun – Memelihara ikan Koi di kolam, tidak hanya memperindah rumah. Namun kolam yang berisi ikan Koi bagi penghobi bisa sebagai sarana menghilangkan kepenatan. "Ini bisa sebagai sarana penghilang kepenatan, setelah seharian kita bekerja," kata Dra. Wiwik Wiyanti M.Pd. 


Kecintaannya terhadap ikan asal negeri Sakura ini bermula sejak tahun 1998. Sifat ikan koi yang selalu hidup bergerombol menurutnya memberikan filosofi persatuan yang kokoh.

"Selain suka warnanya, ikan Koi juga selalu hidup bergerombol dan membentuk tim yang solid dengan satu tujuan. Alangkah indahnya jika seperti itu bisa diterapkan di sekolah," ungkap Wiwik.

Istri Edi Winarno, SH., ini mengaku kecintaan terhadap ikan Koi semakin membuat peka terhadap sesama makhluk, yang pada akhirnya mempertajam rasa kasih sayang kepada sesama.

"Kita ini diciptakan sebagai makhluk sempurna, namun begitu di dalam keyakinan saya pribadi. Sebagai makhluk sosial kita juga diajarkan untuk menyayangi makhluk lain," tuturnya.

Memberi pakan ikan Koi, tambahnya, juga sebagai sarana relaksasi setelah seharian beraktivitas yang padat dan penuh tantangan.

"Inikan hobi sekaligus hiburan gratis di rumah, ketika ikan Koi kita tambah besar dan warnannya semakin tajam, rasanya adem melihatnya, apalagi pas memberi pakan gitu kadang suka rebutan sama anak," ungkap Kepala SMKN 2 Jiwan ini.

Ada hal lain yang membuat ibu dua anak ini semakin gandrung dengan ikan Koi. Selain warnanya yang indah juga tingkah ikan Koi yang begitu lincah ketika diberi makan,

"Memang lincah, tapi ikan Koi saya ini seakan sudah kenal dengan pemiliknya, jadi saat disentuh ya diam saja," katanya.

Pemilik kolam renang Brillian Water Park yang ada di Desa Punturan, Kecamatan Pulung, Ponorogo ini menambahkan, dalam memelihara ikan Koi selain masalah pakan, kualitas air juga harus diperhatikan.

"Ikan Koi tidak mudah adaptasi, pokoknya kalau ada Koi yang misah dalam waktu sebentar dia akan mati. Selain itu, air harus berkualitas jangan yang mengandung kandungan zat kimia berbahaya. Kalau masalah pakan gampang, tapi harus mengukur kuotanya saat memberi makan waktu pagi dan sore hari," jelas perempuan kelahiran Ponorogo ini. (imr)
0 Viewers



Related

Ragam Budaya 130798221012499265

Ikuti Kami

Berita Teratas

Total Tayangan Halaman

item