Khofifah Minta Tingkat Pengangguran Turun, MaDa Janji Wujudkan 33 Program Unggulan

Prosesi Sertijab Walikota-Wakil Walikota Madiun di gedung DPRD Kota Madiun, Kamis (2/5/2019)
infomadiunraya.com, MADIUN – Usai dilantik dan diambil sumpahnya sebagai Walikota dan Wakil Walikota Madiun, Selasa (29/5/2019) lalu, Maidi dan Inda Raya mengikuti rapat paripurna DPRD Kota Madiun dengan agenda serah terima jabatan (sertijab) Walikota Madiun masa jabatan 2019-2024, Kamis (2/5/2019).

Acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala Bakorwil, seluruh Kepala Daerah se-Pawitan Dirogo beserta pimpinan DPRD se-Pawitan Dirogo, jajaran Kepolisian dan TNI.

Gubernur Jawa Timur Khofifah menyampaikan, Kota Madiun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) nya sangat tinggi jauh diatas rata-rata provinsi bahkan nasional. Sesuai Undang-undang Nomor 23 tahun 2014, SMA/SMK dikenakan kepada provinsi.

"Kualitas SMA/SMK-nya sudah bagus, ini yang harus terus dikawal," ujar Gubernur.

Selain itu, Khofifah meminta tingkat pengangguran di Kota Madiun masih harus diturunkan. Karena pertumbuhan ekonomi di Madiun senilai 5,9 sementara Jawa Timur 5,5 dan nasional 5,1. "Harusnya masih bisa didongkrak lagi penurunan pengangguran di Kota Madiun," tandasnya.

Menurut Khofifah, sangat mungkin anak-anak muda membutuhkan format start up. Market Place menjadi pintu masuk membuka lapangan kerja baru. Dia mengaku sudah pernah minta Bakorwil untuk menyiapkan millenial center yang diharapkan mampu menjadi pintu masuk bagi talent-talent millenial Kota Madiun. Misalnya menjadi programmer, desainer web atau sisi-sisi ekonomi digital yang sangat mungkin menjadi kanal baru bagi anak muda di Kota Madiun.

"Apa yang kita sampaikan di draft RPJMD salah satunya adalah di Nawabakti Satya untuk Jatim Kerja breakdown untuk millenial adalah menyiapkan millenial job center berbasis Bakorwil. Mudah-mudahan itu nanti sinkron dengan RPJMD yang akan dibahas di Kota Madiun," ungkapnya.

Sedangkan Walikota dan Wakil Walikota Madiun, Maidi-Inda Raya (MaDa) berjanji akan mewujudkan 33 program unggulan MaDa yang terangkum dalam Panca Karya dengan baik. Hal itu diungkapkan Maidi saat penyampaian pidato tentang visi dan misi usai prosesi sertijab.

“33 program unggulan Insya Allah akan kita selesaikan dengan baik," katanya.

Maidi mengaku telah melakukan pembagian tugas dengan Inda Raya untuk mempercepat terealisasinya program Panca Karya tersebut. Selain itu, Sekda dan OPD juga diminta untuk tetap kompak dalam mengelola pemerintahan. Mengingat, program Panca Karya itu ditelurkan MaDa demi kepentingan masyarakat.

“Pembagian tugas sudah kami diskusikan dengan bu Wawali. Ada beberapa tugas yang kita bagi, mana tugas yang bisa dilakukan bu Wawali, dan mana yang bisa saya lakukan,” ujarnya.

Saat ini, MaDa masih fokus untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja organisasi perangkat daerah (OPD). Evaluasi itu dilakukan untuk mengetahui sejauh mana capaian kinerja yang dilakukan OPD selama empat bulan terakhir ini.

“Karena kita dilantik akhir bulan April, itu kan sudah akan mendekati semester pertama 2019. Sehingga kita harus tahu mana yang sudah dilakukan, dan mana yang belum,” ujarnya.

Target realisasi program dan kegiatan selama tahun 2019 juga menjadi atensi MaDa. Maidi tidak ingin nantinya ada program yang tidak terserap secara optimal. Sehingga langkah antisipasi perlu dilakukan, agar kegiatan yang akan dilaksanakan kedepan dapat berjalan optimal.


“Kira-kira tujuh bulan berikutnya ini apa yang akan dilakukan. Sehingga jangan sampai di akhir tahun ada anggaran dan program yang tidak terserap. Kita juga menghindari adanya temuan BPK, makanya awal ini kita siapkan dengan baik,” jelasnya. (ant/IMR) 
0 Viewers



Related

Peristiwa 848827839647577690

Ikuti Kami

Berita Teratas

video Viral

Total Tayangan Halaman

Side Ads

loading...
loading...
item