Pura-Pura Ngamen, Pemuda Pengangguran Curi Puluhan Motor

Para tersangka diamankan di Mapolres Madiun
(Foto-foto: Humas Polres Madiun) 
infomadiunraya.com, MADIUN – Tak ada yang curiga saat Muhamad Yusup alias Unyil, seorang warga Desa Sareng, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun mengamen di salah satu rumah warga Desa Tiron RT 06 RW 03, Kecamatan/Kabupaten Madiun, Minggu (26/5/2019) malam.

Sayang, ibarat musang berbulu domba, Unyil justru menggondol sepeda motor Honda Mega Pro bernopol S 6812 GL milik Agung Wibowo yang diparkir di teras rumah tempat ia mengamen. 

Beruntung, pemilik motor memergoki aksi pemuda 26 tahun itu karena saat hendak dituntun, sepeda motor ambruk. Seketika pemilik motor keluar rumah dan mengamankan pelaku kemudian melapor ke polisi. 

Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono menjelaskan, dalam menjalankan aksinya, tersangka dibantu temannya bernama Supriadi yang statusnya saat ini masih buron. Sasarannya adalah sepeda motor yang diparkir di halaman rumah dengan kunci masih menancap di kontak. 
Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono didampingi Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Logos Bintoro mengecek barang bukti sepeda motor yang berhasil diamankan 
"Jadi, tersangka Yusuf dan Supriadi (DPO) berboncengan naik motor, mereka membawa gitar pura-pura ngamen masuk rumah korban diatas jam 8 malam. Sebelum beraksi tersangka survey dulu, kalau pagar terbuka dan ada motor dia masuk, tapi kalau tutup dia menghindar, lalu pura-pura ngamen sambil mengamati," terang AKBP Ruruh saat press release di Mapolres Madiun, Sabtu (1/6/2019). 

Dari pengembangan yang dilakukan polisi, tersangka mengaku telah beraksi sejak 2016 sampai sekarang. Tersangka mencuri sepeda motor puluhan kali di tempat yang berbeda-beda.

Untuk wilayah Kabupaten Madiun, tersangka beroperasi di Kecamatan Mejayan 4 lokasi, Balerejo 3, Nglames 1 dan Saradan 1 TKP. Tersangka juga diketahui beraksi di 4 TKP di wilayah Nganjuk. 

"Hasil kejahatan dijual ke Surabaya dan Nganjuk," kata Ruruh. 

Ruruh menerangkan, dalam menjual hasil kejahatannya, tersangka Unyil dibantu dua tersangka lain yakni Zainul Arifin (42) dan Sumaji (43). Kedua warga Kabupaten Nganjuk tersebut berperan sebagai penadah sepeda motor hasil curian tersebut. 

"Ada kode khususnya, yaitu Halo dan Komplit. Kalau Halo kunci saja, sedangkan kode Komplit berarti ada STNK-nya. Yang berkode Halo dijual Rp 2 juta, sedang yang berkode Komplit harganya Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta," jelasnya.

Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman pidana penjara maksimal 7 tahun. Selain meringkus para tersangka, Polres Madiun juga berhasil mengamankan 14 unit sepeda motor sebagai barang bukti. (ant/IMR) 
0 Viewers



Related

Peristiwa 187795451470240850

Ikuti Kami

Berita Teratas

video Viral

Total Tayangan Halaman

Side Ads

loading...
loading...
item