Sistem Pendidikan Dinilai Gagal, Dompet Dhuafa Lakukan Ini



Potong kue tanda syukur atas berdirinya kantor Dompet Dhuafa di Rejosari, Sawahan, Kabupaten Madiun
infomadiunraya.com, MADIUN – Sistem pendidikan sekarang dinilai masih kurang berhasil. Karena hanya membiasakan orang untuk menghafal. Kegagalan pendidikan di Indonesia adalah hanya membuat orang cuma hafal, dan mengejar gelar saja.

Hal itu disampaikan oleh inisiator dan pembina yayasan Dompet Dhuafa, Parni Hadi saat meresmikan kantor baru Dompet Dhuafa di Desa Rejosari, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Rabu (23/10/2019).

"Tapi disini beda, disini belajar kehidupan atau School of Life. Belajar praktek langsung, seperti menyanyi, menari, bercocok tanam, membaca Al-Qur'an, mencintai sesama, dan lain-lain. Ini rumah belajar alternatif, gabungan formal dan informal," kata Parni Hadi.
Ketua paguyuban masyarakat Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun dan Ponorogo (Pawitandirogo) ini menjelaskan, selain untuk pusat belajar, rumah ini juga difungsikan untuk gerai sehat. Semuanya gratis tanpa dipungut biaya apapun.

"Gratis, semuanya dibiayai oleh Dompet Dhuafa. Dompet Dhuafa itu dibiayai oleh dana zakat, infaq, sodaqoh dan wakaf dari para donatur seluruh Indonesia," ujarnya.

Saat ini di Madiun, kegiatan Dompet Dhuafa meliputi kampung ternak, kesehatan dan pendidikan gratis. Dan yang terbaru adalah program ekonomi yang akan dimulai dari Magetan terlebih dahulu.
Yayasan Dompet Dhuafa juga telah memiliki cabang di Jepang, Amerika, Hongkong, dan Korea. Pusatnya di Jakarta. Dalam satu tahun menghasilkan sekitar Rp 360 milyar. Bahkan, dalam satu bulan di bulan Ramadhan lalu, total donasi yang diamanatkan kepada Dompet Dhuafa mencapai Rp 90 milyar.

"Mengapa? Karena masyarakat percaya kalau disalurkan di Dompet Dhuafa pasti disalurkan," ungkapnya.

Jurnalis senior ini menjelaskan, sasaran Dompet Dhuafa yang utama adalah memberantas kemiskinan.

Menurutnya, kemiskinan itu ada lima. Miskin ekonomi yang berdampak pada miskin kesehatan, berdampak pada miskin pendidikan yang berdampak budaya atau nilai dan akan berdampak kepada miskin iman dan taqwa. "Itu adalah pancalogi Dompet Dhuafa," tambahnya.

Saat ini, jumlah penerima manfaat Dompet Dhuafa sudah lebih dari 14 juta orang. Dompet Dhuafa mengembangkan sistem pemberdayaan masyarakat. Yakni, masyarakat diberdayakan bukan hanya dilolohi atau dikasih saja tetapi juga diajari intrepreneur.

"Diberi tapi juga berkembang. Kami mengembangkan Pelantropreneur. Diajari welas asih tapi juga intrepreneur agar bisa mandiri," urainya.

Sementara Endang Darmiati ketua Dompet Dhuafa Madiun mengatakan, kantor di Desa Rejosari ini merupakan pindahan dari kantor lama di jalan Serayu, Kota Madiun.
Mantan wartawan RRI ini berharap, keberadaan Dompet Dhuafa bisa memberikan dampak positif pada warga sekitar.

"Bangga dengan adanya Dompet Dhuafa unit Madiun ini, karena ini yayasan yang memiliki kepedulian kepada masyarakat. Harapan kedepan lebih banyak donasi yang diamanatkan," ungkapnya.

Sementara, peresmian kantor baru Dompet Dhuafa Madiun ini dihadiri oleh tokoh literasi Madiun Heri Darto, jurnalis senior Santoso atau yang dikenal dengan Akung Bondhet, dan masyarakat sekitar serta siswa-siswi Rumah Belajar Dompet Dhuafa Madiun yang menampilkan berbagai ketrampilan seperti menari dan berpidato dengan bahasa Inggris. (ant/IMR)

0 Viewers



Related

Peristiwa 254285669816210294

Ikuti Kami

Berita Teratas

video Viral

Total Tayangan Halaman

item