Di Ponorogo, Pelanggar Lalu Lintas Ditilang Polisi Berpakaian Pahlawan

Pelanggar lalu lintas ditilang polisi berpakaian ala pahlawan nasional 

infomadiunraya.com, PONOROGO – Jelang hari pahlawan, Satlantas Polres Ponorogo melakukan hal unik. Dua orang anggotanya berdandan ala sosok pahlawan Nasional asal Ponorogo, HOS Cokroaminoto. Keduanya turun jalan untuk melakukan penutupan operasi zebra semeru 2019, Selasa (5/11/2019).

Pantauan infomadiunraya.com, saat razia dimulai dua anggota yang berdandan ala HOS Cokroaminoto itu memeriksa satu per satu kelengkapan masing-masing kendaraan. Ada yang kaget, karena tidak biasanya polisi berdandan menyerupai tokoh pahlawan. 

"Kaget aja ada polisi tapi pakai pakaian kayak pahlawan. Saya kira orang biasa tadi," kata salah satu pengendara, Dinar Putra.

Menurutnya, walaupun kaget dirinya cukup terhibur. Dengan begini polisi lebih bersifat humanis.

"Begini kan kelihatan humanis. Jadi ndak ada takut-takutnya kami," ungkapnya.

Sementara, Kasatlantas Polres Ponorogo,  AKP Bambang Prakoso mengatakan, dua anggotanya berdandan ala HOS Cokroaminoto untuk memperingati hari pahlawan yang diperingati setiap bulan November. Apalagi HOS Cokroaminoto merupakan pahlawan dari Ponorogo. 

"Ini kan jelang peringatan hari pahlawan jadi ada HOS Cokroaminoto. Dan menghormati pahlawan" katanya saat ditemui di kantor Kecamatan Babadan.

Bambang menambahkan, operasi zebra semeru yang berlangsung sejak 23 Oktober sampai 5 November 2019 sebagian besar didominasi pelanggar dari kalangan pelajar, yakni sebanyak 80 persen. Pun, kelengkapan surat kendaraan masih mendominasi. 

"Ada juga yang platnya mati belum diganti yang baru, itu sudah menyalahi aturan," katanya. 
Operasi zebra semeru 2019, lanjut Bambang, para pelanggar dilanjutkan dengan proses dan sidang kerjasama dengan pengadilan dan kejaksaan. 
<

Bambang menambahkan dengan operasi ini sekaligus sebagai ajang sosialisasi kepada masyarakat bagaimana prosedur penilangan. Agar tidak ada ungkapan negatif masyarakat.

"Tilang itu disidangkan dan denda dimasukkan ke dalam kas negara, jadi masyarakat bisa ikut prosedurnya langsung dan mengetahui langsung proses penindakan tilang sampai dibayar kas negara," urainya.

Kedepan operasi serupa bakal rutin digelar agar jumlah para pelanggaran di bumi Reog bisa ditekan.

"Ke depan, kami juga akan terus sosialisasi dan edukasi ke pihak sekolah supaya tidak ada pelajar di bawah umur yang mengendarai motor, masyarakat juga harus melengkapi surat-surat, mengenakan helm dan tidak memodifikasi kendaraannya," pungkasnya. (mia/ant/IMR)

0 Viewers



Related

Peristiwa 7717146715912887074

Ikuti Kami

Berita Teratas

video Viral

Total Tayangan Halaman

item