Ini Dia Dua Jalan di Ponorogo Yang Termasuk KTL



infomadiunraya.com, PONOROGO – Forum LLAJ Provinsi Jawa Timur menerjunkan tim untuk melakukan inspeksi mendadak terhadap Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) yang berada di Kabupaten Ponorogo, Selasa (12/11/2019).

Tim beranggotakan 7 orang dari gabungan unsur. Di antaranya: Ditlantas Polda Jatim, Dishub Provinsi Jawa Timur, awak media, PU BM Provinsi Jawa Timur dan Akademisi. 

Tim ini dipimpin oleh Kompol Dwi Sumrahadi Rahmanto yang merupakan Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim.

Kedatangan tim adalah untuk melakukan penilaian di dua titik KTL Ponorogo yakni Jalan Diponegoro dan Jalan Urip Sumoharjo.

"Dengan inspeksi ini diharapkan dapat mewujudkan KTL yang semakin ideal," ungkap Kompol Dwi Sumrahadi.

Sementara, Kasat Lantas Polres Ponorogo, AKP Bambang Prakoso mengatakan bahwa kedua jalan tersebut dinilai memenuhi persyaratan sebagai KTL.

Pasalnya, baik Jalan Diponegoro maupun Jalan Urip Sumoharjo memiliki infrastruktur yang baik dan jumlah pelanggar minim.

"Infrakstrukturnya baik, pelanggarnya dikit dan berbagai syarat lainnya," tutur AKP Bambang Prakoso, Jumat (15/11/2019).

Dia mengaku, pihaknya juga terus mengembangkan KTL di sejumlah jalan protokoler di Bumi Reog. Menurutnya yang menjadi target salah satunya adalah Jalan HOS Cokroaminoto.

"Jumlah KTL akan terus bertambah. Tetapi tentu seiring bertambahnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas," terang lulusan AKPOL 2007 ini.

Untuk meningkatkan KTL, pihaknya pun bekerjasama dengan Pemkab Ponorogo. Dia berharap pihak pemerintahan terus memperbaiki infrastruktur serta kelengkapan fasilitas pendukung lainnya terutama rambu lalu lintas dan alat pemberi isyarat lalu lintas.

Bambang menambahkan fasilitas pelengkap mulai dari rambu, marka, zebra cross, penerangan jalan, alat pengendali, alat pemberi isyarat, trotoar, halte, median jalan serta lahan parkir.

Bambang pun mengingatkan kepada masyarakat agar terus meningkatkan ketertiban dalam berkendara terutama di KTL. Sebab, jika ketahuan melanggar nilai nominal dendanya berbeda dengan jalan umum lainnya.

"Misalnya, ada pelanggar yang tidak pakai helm di jalan biasa denda tilangnya di pengadilan Rp 100 ribu kalau di KTL bisa Rp 200 ribu," paparnya.

Dia berharap, kesadaran masyakat juga semakin tinggi. "Kami harap masyarakat semakin tinggi kesadarannya dalam berlalu lintas, terutama di jalan utama di kota," pungkasnya. (mia/ant/IMR)
0 Viewers



Related

Peristiwa 4393376235484615465

Ikuti Kami

Berita Teratas

video Viral

Total Tayangan Halaman

item