Amankan Stok Pupuk Bersubsidi Jelang Musim Tanam, Direksi Petrokimia Gresik 'Blusukan' ke Daerah

Jajaran Direksi Petrokimia Gresik kunjungi Ngawi

infomadiunraya.com, NGAWI – Demi menjamin kelancaran distribusi pupuk, jajaran Direksi PT Petrokimia Gresik turun gunung blusukan ke berbagai daerah. Direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut melihat kesiapan gudang, komitmen distributor, serta stok pupuk bersubsidi di lapangan.

Direktur Teknik dan Pengembangan Petrokimia Gresik, Arif Fauzan, mewakili Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi saat mengunjungi Kabupaten Ngawi, Senin (23/12/2019) mengatakan, kunjungan lapangan ini dalam rangka Petrokimia Gresik Siaga Musim Tanam, untuk memastikan sekaligus mengawasi secara langsung penyaluran pupuk bersubsidi.

“Terutama di daerah yang alokasinya besar dan menjadi sentra produksi beras,” ujarnya.
Arif menjelaskan, dalam menghadapi musim tanam Oktober-Maret (Okmar) 2019-2020, Petrokimia Gresik sebagai perusahaan solusi agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk bersubsidi sebanyak 887.603 ton.

Rinciannya, pupuk Urea 70.411 ton, ZA 131.063 ton, SP-36 199.470 ton, NPK Phonska 459.000 ton dan organik Petroganik 27.659 ton.

"Stok tersebut 2-3 kali lipat lebih banyak dari ketentuan stok minimum pemerintah yang sejumlah 330.711 ton," ungkap Arif Fauzan.

Untuk penyaluran pupuk bersubsidi, lanjut dia, Petrokimia Gresik berpedoman pada Peraturan Menteri Pertanian atau Permentan No. 47/2018 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk bersubsidi tahun anggaran 2019.

Dalam Permentan tersebut, alokasi pupuk bersubsidi 2019 yang harus disalurkan oleh holding Pupuk Indonesia adalah 8,87 juta ton. Dari angka itu, Petrokimia Gresik mendapatkan alokasi atau kewajiban pernyaluran sebesar 5,24 juta ton. 

“Hingga hari ini Petrokimia Gresik telah menyalurkan 4,87 juta ton atau 93 % dari alokasi 5,24 juta ton tersebut,” ujar Arif.

Untuk Kabupaten Ngawi, Petrokimia Gresik telah menyalurkan 147.167 ton dari alokasi 172.653 ton (86%) dan menyiapkan stok sebanyak 4.767 ton atau 100,2% dari stok ketentuan minimum sebesar 4.757 ton.

Sedangkan untuk Provinsi Jawa Timur, angka penyaluran pupuk bersubsidi telah mencapai 2,1 juta ton dari alokasi 2,34 juta ton (90%), dan stok yang tersedia sebanyak 186.525 ton atau 164% dari stok ketentuan minimum sebesar 113.403 ton.

Untuk pendistribusian, Petrokimia Gresik dan produsen pupuk lain di bawah holding Pupuk Indonesia, berpedoman pada Peraturan Menteri Perdagangan atau Permendag No.15/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian. 

Petani yang berhak atas pupuk bersubsidi adalah petani yang menggarap lahan tidak lebih dari 2 hektar, tergabung dalam kelompok tani (Poktan), dan menyusun Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Sedangkan dalam penyalurannya, Petrokimia Gresik berpegang teguh pada Prinsip 6 Tepat, yaitu Tepat Tempat, Tempat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, dan Tepat Waktu.

Penyaluran ini juga dikawal oleh 77 Staf Perwakilan Daerah Penjualan (SPDP) dan 323 asisten SPDP di seluruh nusantara. Mereka rutin berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), kelompok tani, hingga aparat berwajib setempat.

“Kami didukung fasilitas distribusi berupa 300 gudang penyangga kapasitas total 1,4 juta ton, 650 lebih distributor, dan 28 ribu lebih kios resmi,” ujarnya.

Selain kewajiban menyediakan pupuk bersubsidi, Petrokimia Gresik juga menyiapkan stok pupuk komersil (non-subsidi). Langkah ini adalah solusi bagi petani yang kebutuhan pupuknya tidak teralokasi dalam skema subsidi.

“Karena alokasi pupuk subsidi terbatas, maka kami sediakan juga pupuk komersil, sehingga kebutuhan pupuk petani tetap bisa terpenuhi,” tambahnya.

Terkait pemupukan, Petrokimia Gresik menghimbau petani untuk mengikuti rekomendasi pemupukan berimbang 5:3:2. Dimana untuk satu hektar sawah cukup diberikan 500kg pupuk organik Petroganik, 300kg pupuk NPK Phonska atau Phonska Plus, dan 200kg pupuk Urea. 

Pemupukan berimbang adalah solusi dari Petrokimia Gresik atas pemakaian pupuk yang cenderung berlebih oleh petani. Sehingga alokasi pupuk bersubsidi yang terbatas dapat lebih efektif dan efisien, dengan hasil atau produktivitas tetap maksimal. 

“Pemupukan berimbang sangat kami rekomendasikan karena sudah teruji mampu meningkatkan hasil panen satu hingga dua ton per hektar,” ujarnya. 

Terakhir, Petrokimia Gresik mengimbau kepada distributor maupun pihak terkait untuk meningkatkan sinergi demi kepentingan petani dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi. 

Arif mengingatkan bahwa pihaknya tidak ragu untuk menindak tegas distributor dan penyalur pupuk bersubsidi yang kedapatan melakukan kecurangan. Sebab, pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan dan harus disalurkan sesuai aturan. Segala bentuk penyelewengan akan berhadapan dengan pihak berwajib.

“Kami tidak segan menindak tegas para distributor dan penyalur pupuk bersubsidi yang tidak jujur. Ingat, bahwa setiap tindakan penyelewengan pupuk bersubsidi dapat dijerat hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara,” tandasnya. (ant/IMR)

0 Viewers



Related

Peristiwa 5716800185535043415

Ikuti Kami

Berita Teratas

Total Tayangan Halaman

item