Polres Madiun Gelar Simulasi Penanganan Banjir, Evakuasi Korban Berlangsung Dramatis

Petugas gabungan TNI-Polri, BPBD dan relawan melakukan aksi penyelamatan korban terseret arus banjir dalam simulasi penanggulangan bencana di Balerejo, Rabu (8/1/2020)

infomadiunraya.com, MADIUN – Seorang warga Balerejo nyaris tenggelam saat terseret derasnya aliran air akibat banjir yang menerjang wilayah Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.

Tak hanya itu, puluhan warga setempat yang mayoritas perempuan dan lanjut usia juga  terjebak oleh tingginya banjir yang datang tiba-tiba.

Beruntung, petugas gabungan dari BPBD Kabupaten Madiun, TNI, Polres Madiun dan relawan dengan sigap menyelamatkan warga yang nyaris tenggelam serta mengevakuasi masyarakat yang terisolir banjir.

Setelah berhasil diselamatkan, korban diperiksa oleh tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun.

Sementara, Dinas Sosial Kabupaten Madiun mendirikan tenda darurat dan keperluan logistik untuk para korban terdampak banjir.

Semua itu adalah bagian dari simulasi pengananan bencana banjir yang digelar oleh Polres Madiun bersama instansi terkait di bendungan pintu 12 masuk wilayah Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Rabu (8/1/2020).

Tak hanya memantau kesiapan personel dalam penanganan banjir, Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono bersama Bupati Madiun Ahmad Dawami dan Wabup Hari Wuryanto, beserta Dandim 0803 Madiun Letkol CZI Nur Alam Sucipto dengan menaiki perahu karet terjun langsung mengecek kondisi bendungan pintu 12 yang menjadi titik pertemuan air dari seluruh wilayah Kabupaten Madiun ini.
Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono bersama Bupati Madiun Ahmad Dawami dan Dandim 0803 Letkol Czi Nur Alam Sucipto pantau kondisi bendungan pintu 12 
Kapolres Madiun AKBP Ruruh Wicaksono mengatakan, dalam hal penanganan bencana alam memang leading sektornya adalah BPBD. Sedangkan TNI-Polri sebagai unsur pendukung.

"Namun kita tetap siapkan sarana prasarana dan personel untuk membantu jika bencana terjadi. Kita saksikan tadi, simulasi bagaimana TNI, Polri, BPBD bekerjasama mengevakuasi masyarakat yang tenggelam maupun yang terisolir," urai Kapolres.

AKBP Ruruh menjelaskan, jumlah anggota TNI-Polri yang disiapsiagakan dalam apel ini adalah 200 personel termasuk dari Brimob. Selain itu, berbagai instansi seperti BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta para relawan dilibatkan dalam simulasi ini.

Kesiapan dapur umum, alat berat, kendaraan untuk evakuasi dan logistik korban banjir, perahu karet, serta peralatan penunjang penanggulangan bencana banjir lain juga dicek.

Menurut AKBP Ruruh, apel kesiapsiagaan penganggulangan bencana merupakan bentuk kesiapan aparat apabila terjadi bencana. Selain simulasi penyelamatan juga didirikan posko-posko terpadu dari dinas kesehatan, sinas sosial, TNI, Polri, serta relawan.

"Posko-posko itu akan berada disini terus sampai musim hujan lewat, merujuk banjir tahun lalu disinilah pusat pengendalian penanggulangan banjir," pungkasnya. (ant/IMR)
0 Viewers



Related

Peristiwa 2940286158403998242

Ikuti Kami

Berita Teratas

Total Tayangan Halaman

item