Unik, Sat Lantas Polres Madiun Kampanye Disiplin Prokes Dengan Teatrikal Pocong

Kasat Lantas Polres Madiun AKP Ari Bayuaji menghimbau salah seorang pengendara untuk taat protokol kesehatan.

infomadiunraya.com, MADIUN – Sat Lantas Polres Madiun semakin getol mensosialisasikan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus Covid-19 khususnya di Kabupaten Madiun.

Seperti yang terlihat di simpang lima Exit Tol Dumpil dan gapura perbatasan Kabupaten Madiun dengan Kota Madiun pada Jum'at (21/5/2021) sore.

Dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Madiun AKP Ari Bayuaji, anggota Sat Lantas mengkampanyekan disiplin protokol kesehatan kepada para pengguna jalan dengan cara unik yaitu aksi teatrikal pocong lengkap dengan keranda mayat bertuliskan "Korban Covid-19".

Sejumlah pengendara yang kedapatan tidak memakai masker langsung didatangi Pocong dan diberi masker serta dihimbau oleh anggota Sat Lantas Polres Madiun untuk senantiasa taat prokes.

Tak hanya pocong, anggota Sat Lantas Polres Madiun juga membentangkan sejumlah poster yang bertuliskan himbauan dan ajakan kepada masyarakat untuk senantiasa disiplin protokol kesehatan guna menghentikan penyebaran covid-19.

Kasat Lantas Polres Madiun, AKP Ari Bayuaji mengatakan, berdasar data Dinas Kesehatan per tanggal 20 Mei 2021, jumlah pasien yang menjalani perawatan karena terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten Madiun berjumlah 147 orang. Jumlah tersebut tertinggi se-Jawa Timur.

Dalam hal jumlah pasien positif covid-19 yang meninggal dunia, Kabupaten Madiun juga menduduki peringkat tertinggi dengan jumlah 216 pasien meninggal. Sementara, total jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 jumlahnya 3477 kasus.

"Pasien positif covid-19 yang menjalani perawatan paling banyak se-Jatim adalah Kabupaten Madiun, jumlahnya 147 orang," kata Kasat Lantas.

"Yang meninggal dunia sejumlah 216 orang, itu juga paling banyak se-Jatim. Sedangkan total kasus positif sejumlah 3477," imbuhnya.

Dijelaskan Ari, jumlah tersebut bukan dari data pasca masa mudik Lebaran. Tetapi data tersebut merupakan data harian yang dilaksanakan rutin.

"Kalau kasus pasca mudik Lebaran baru kelihatan bulan Juni nanti, jadi ini penambahan harian yang sudah diukur sebelumnya," urainya.

AKP Ari menambahkan, sosialisasi dengan aksi teatrikal pocong ini akan digelar selama tiga hari di lokasi-lokasi yang berbeda-beda.

Ari menghimbau agar seluruh pihak mematuhi protokol kesehatan. Jika tidak ada keperluan yang mendesak, lebih baik jangan keluar rumah. Pun, protokol kesehatan 5 M harus dilakukan dengan baik.

"Mari bersama-sama mulai dari diri sendiri kita jaga dan laksanakan disiplin protokol kesehatan dengan baik," imbaunya. (ant/red/IMR)





Related

Peristiwa 2806303204698846642

Ikuti Kami

Berita Teratas

Total Tayangan Halaman

item