BPUM, Salah Satu Upaya Memulihkan Ekonomi Pelaku UMKM

Ilustrasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM atau Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM). /Reno Esnir/ANTARA

infomadiunraya.com, MADIUN
– Pemerintah berupaya mempercepat pemulihan perekonomian yang terdampak pandemi Covid-19. Salah satu sektor bidikannya adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang saat ini tengah banyak dikembangkan oleh warga.

Di Kabupaten Madiun, UMKM yang kini mejamur menawarkan sejumlah produk. Namun, mayoritas dalam bidang kuliner, seperti warung angkringan, penjual jajanan, dan pentol keliling. 

“Ini berdasarkan data pemohon BPUM (bantuan produktif usaha mikro) pada gelombang pertama tahun 2021,” kata Sekretaris Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun, Agus Suyudi beberapa waktu lalu. 

Jumlah pelaku UMKM mendaftar sebagai penerima BPUM melalui Disperdakop-UM sebanyak 6.436 orang. Mereka melengkapi dengan beberapa lembar syarat administrasi, seperti salinan KTP elektronik, keterangan menjalankan usaha dari pemerintah desa atau kelurahan. Berkas itu dikumpulkan sejak 20-28 April 2021. 

Namun, Agus menyatakan bahwa pihaknya hanya menerima berkas pendaftaran dari para pelaku UMKM. Persyaratan yang telah terkumpul dan didata kemudian dikirim ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Lantas, diteruskan ke pemerintah pusat untuk proses verifikasi.

Bagi pendaftar yang dinyatakan lolos, maka berhak menerima bantuan langsung tunai UMKM dari pemerintah. Nominalnya sebanyak Rp 1,2 juta per orang. Adapun teknis pencairannya langsung ke rekening masing-masing penerima. Ini melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang termasuk lembaga jasa keuangan di Indonesia.

BPUM, Agus melanjutkan, digulirkan untuk membantu para pelaku UMKM agar bertahan dan bangkit di tengah pandemi Covid-19. Namun, ia tidak mengetahui penggunannya. “Entah untuk tambahan modal atau membayar utang yang dipinjam saat awal pandemi,” ungkap dia.

Sementara itu, Jumali salah seorang pemohon BPUM menyatakan bahwa informasi tentang adanya bantuan diketahui dari media sosial. Kemudian, ia menghubungi Disperindagkop UM untuk mencari tahu lebih lanjut.

"Saya akhirnya mengajukan permohonan dan Alhamdulillah cair. Lumayan buat tambah modal saat pandemi Covid-19 seperti ini," ucap pria yang menekuni usaha pembuatan celengan karakter kartun sejak setahun belakangan. (NDian/IMR)




Related

Nasional 6926267671451319330

Ikuti Kami

Berita Teratas

Total Tayangan Halaman

item