Lagi, Pemkot Madiun Salurkan Bantuan Untuk Warga di Masa Pandemi


infomadiunraya.com, KOTA MADIUN
- Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun kembali memberikan bantuan untuk masyarakat di masa pandemi covid-19. Bertempat di halaman Balai Kota, Pemkot Madiun menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Daerah (BLTD) kepada 5.565 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Madiun Maidi. 

"Hari ini kita menyerahkan bantuan kepada warga. Jumlahnya 5.565 penerima. Artinya, warga Kota Madiun tidak ada yang kesulitan baik dari kesehatan ataupun ekonomi," terang Wali Kota Maidi. 

Maidi mengatakan, penerima BLTD ini merupakan warga Kota Madiun yang namanya belum tercantum di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos. Bantuan langsung tunai itu berasal dari anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT). 

Dijelaskan, program BLTD ini pencairannya dilakukan melalui BNI 46. Masing-masing warga menerima bantuan Rp 200 ribu per bulan. Bantuan yang diberikan untuk alokasi Juli hingga Desember mendatang. Pencairannya pun tak diberikan secara langsung, tetapi langsung masuk ke rekening masing-masing penerima. 

"Per orang mendapatkan Rp 200 ribu. Mulai cair hari ini lewat BNI 46. Semua disalurkan lewat ATM," terang Maidi.


Orang nomor satu di Kota Pendekar ini mengatakan, BLTD yang diberikan tersebut di luar bantuan yang selama ini dikucurkan pemerintah. Baik pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Harapannya, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan warga sebaik-baiknya khususnya bagi mereka yang terdampak covid-19. 

Melalu BLTD ini, Wali Kota berharap masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi akibat pandemi dapat terbantu. Dirinya memastikan bantuan yang diberikan itu tidak akan tumpang tindih dengan bantuan sejenis. Sebab, database penerima bantuan sudah dimasukkan ke dalam aplikasi. 

"Semua masalah warga kita cukupi. Mulai dari kesehatan dan ekonomi semua akan pemkot bantu," ungkapnya. 

Sementara itu, Kabid Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Rita Susanti menjelaskan, program BLTD ini merupakan yang pertama kali bergulir di Kota Madiun. Usulannya berasal dari kelurahan melalui musyawarah kelurahan. 

"Sebelumnya ada 7.210 usulan, kemudian kita saring tinggal 5.565 yang dapat bantuan. Mereka yang tidak lolos karena sudah terdaftar dapat bantuan, rumah di luar kota, atau pindah. Banyak kemungkinannya," jelasnya. 

Melalui BLTD ini, pihaknya berharap semua lapisan masyarakat bisa dapat bantuan, karena saat ini mereka juga sedang menunggu proses pendataan untuk terdaftar di DTKS. 

"Seperti yang disampaikan bapak wali kota, harapannya seluruh warga terbantu dan tidak ada yang kesusahan," pungkasnya. (*/ant/IMR/adv)

   

Berita Terkait

Madiun 8016265771417805978

Berita Terbaru

item